Sabtu, 21 Januari 2012

Beruntunglah, aku bisa mengenalmu :)

Beruntungkalh kalian bila Tuhan memberikan kalian dua mata, dua telinga, satu hidung, satu bibir, semuanya seperti manusia normal, ditambah dengan nikmat kesehatan yang tiada tara
Percayakan kalian, aku kenal seseorang yang istimewa dan sangat menginspirasiku. namanya farida, secara structural, ia kakak kelasku, dulu juga lulusan SMA Negeri 1 Pemalang angkatan 2008. Orangnya cantik, bahkan aku berani berkata bahwa ia sangatlah cantik. Ia juga termasuk orang yang berkecukupan. Orangtuanya adalah juragan tanah didaerah tegal. Mbak ida, biasa aku memanggilnya punya hidup yang dibilang mendekati sempurna. Semua orang sayang padanya terlebih karena ia anak semata wayang.
Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Pemalang, mbak Ida melanjutkan sekolahnya ke IKIP Semarang. Maklumlah, orang tua mbak Ida sangat menginginkan anaknya mengikuti jejak mereka, menjadi guru dan mengabdi untuk Negara di daerahnya. Namun Tuhan berkata lain, saat memasuki semester ketiganya, mbak Ida terkena TBC. Seperti kita tau, 1 dari 1000 orang Indonesia berpotensi TBC. Tapi ini beda kasus. Mbak Ida terkena TBC OTAK. Ya TBC otak yang hanya menyerang 1 dari 1.000.000 orang di dunia.
Aku kaget. Mungkin aku memang baru mengenalnya karena suatu hari ada seorang pria berusia 20 tahunan datang ketumahku. Pria itu tampan, awalnya aku mengira itu adalah orang yang hanya menanyakan alamat. Dan tahulah aku bahwa pria itu mencari ibuku. Kebetulan ibuku seorang perawat yang membuka klinik berobat bagi warga sekitar. Pria itu ternyata adalah kekasih mbak ida yang sedang mencari seorang suster untuk melakukan rawat jalan seminggu dua kali, sejak saat itulah keluargaku mulai ada hubungan dengan keluarganya pak Basari, ayah mbak Ida.
Pertamakali aku liat mbak ida, saat aku mengantar ibuku kerumah pak basari, Hatiku miris. Aku seolah melihat seorang putri yang kehilangan semua memorinya. Benar benar seperti kisah kisah sinetron. TBC otak menyebabkan semua memori mbak ida hilang.
Kini sudah hampir satu tahun ibuku merawat mbak ida. Awalnya setiap senin dan kamis jam 7 malam aku mengantar ibu ke tegal. Tapi sekarang kondisi mbak ida sudah pulih. Jadi hanya saat kamis malamlah aku mengantar ibu kesana. Dan tahukah anda, orang yang bertahan dari keganasan TBC otak di dunia ini hanya 1 berbanding 5.000.000 penderita!
Subhanallah
Beruntung sekali mbak ida berasal dari keluarga yang berkecukupan, sehingga mendapat perawatan yang maksimal.

Satu yang sangat aku kagumi, saat memori tentang hidupnya hilang, sampai sampai mbak ida tak mengenali kedua orangtuanya, namun ia tetap mengingat kewajibannya sebagai muslimah sejati. Bacaan yang dia hafal adalah semua bacaan sholat!
tak ada yang terlupa, benar benar suatu keberuntungan, aku bisa mengenalnya.
Mantan juara 3 Mbak Pemalang 2007
TBC dengan rasio 1:1.000
TBC Otak dengan rasio 1:1.000.000 penderita TBC
Dan ia adalah 1 orang dari 5.000.000 penderita TBC otak yang bisa pulih seperti sekarang ini
Beruntung sekali aku bisa mengenalmu mbak
Semangat untuk segalanya,
Kisahmu menginspirasiku ^^
Aku nggak boleh kalah sama kamu mbak,
Kamu yang kehilangan memori otak saja tetap ingat sama sholat.
Aku malu, saat dulu masih kecil, aku menganggap meninggalkan sholat adalah hal yang biasa.
Kini aku tak mau menyianyiakan waktu,
Terimakasih ya Allah, untuk pelajaran yang engkau berikan melalui perantara-Mu


*Faridha – 21 tahun
Kisah nyata
:)

0 komentar:

Poskan Komentar

game

kursor

Blogger templates

Template by:

Free Blog Templates